Sabtu, 16 November 2019

author photo
Sumber: playworld.id


Biasanya dokter hidup dalam kemewahan, tinggal di rumah besar, ke mana mana naik mobil dan berbagai fasilitas lainnya.

Namun, lain halnya dengan kisah dokter yang satu ini. Di usianya yang semakin senja, Ia justru sangat bersemangat untuk membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan yang besar. Bahkan bayaran sebesar Rp 10 ribu pun diterimanya.

Dokter Mangku Sitepoe merupakan dokter senior yang telah berusia 84 tahun.

Meskipun telah lanjut usia, ia tetap mengamalkan ilmunya untuk membantu sesama. Tak seperti kebanyakan dokter. Dalam kesehariannya, dokter Mangku justru memilih menggunakan kendaraan umum seperti mikrolet untuk bepergian.

Ia juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya sebagai dokter dalam kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam kegiatan tersebut, Ia rela hanya dibayar Rp 10 ribu.

Pada awalnya, sekitar tahun 2005 semua biaya dokter tidak dipungut biaya alias gratis.

Tapi ternyata ada oknum tidak bertanggung jawab yang menjual obat secara ilegal. Untuk mengatasinya, mulailah diberlakukan tarif Rp 10 ribu.

Dalam usia senjanya, dokter Mangku memang memilih hidup sederhana dan mengutamakan sisi kemanusiaan.
Hasil gambar untuk dokter mangku hidup sederhana
Sumber: jawapos.com

Awalnya, dokter Mangku ini merupakan dokter hewan. Hingga tahun 1995, dokter asal Sumatera Utara ini mulai mengadakan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Ia juga membuka klinik bersama rekan rekannya, yang kini sudah memiliki cabang di beberapa wilayah.

Walaupun hanya Rp 10 ribu, dokter Mangku tetap berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Lengkap dengan obat-obatan yang dibutuhkan pasien tersebut.

Sementara untuk kehidupan sehari hari, dokter Mangku mengandalkan uang pensiun dan bantuan dari anak-anaknya.

Selain berprofesi sebagai dokter, Ia juga menyempatkan untuk menulis buku di malam hari meski dalam kondisi tremor. Dari karyanya tersebut, dokter Mangku mampu meraup keuntungan.

“Kami sampai saat ini masih mengabdi.

Makanya saya ke mana-mana naik angkutan umum mikrolet karena saya juga nggak punya uang.

Hanya mengandalkan uang pensiun saja sama bantuan anak-anak.

Saya hidup dari situ, ungkap dokter Mangku.

Menurut dokter Mangku, tujuan sebagai dokter ialah untuk membantu sesama dan membahagiakan sesama manusia.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com