Sabtu, 16 November 2019

author photo
Sumber: radardepok.com

Seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hal baca tulis memang kerap menjadi sasaran penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi pada Nenek Arpah yang telah berusia 63 tahun ini.

Nenek yang diketahui tidak bisa membaca ini ditipu habis-habisan oleh tetangganya sendiri. Tanah seluas ratusan meter miliknya dijual dengan harga yang sangat murah. Bagaimana kronologinya?

Mulanya Nenek Arpah memiliki tanah seluas 299 meter persegi yang terletak di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok. Ia pun menjual sebagian tanahnya dan tersisa 103 meter persegi.

Tetangganya yang berinisial AKJ (26) yang membeli tanah tersebut kemudian menyelesaikan pembayaran tanah milik Nenek Arpah.

Pada tahun 2015 silam, kasus sengketa tanah Nenek Arpah pun pernah terjadi dan tak disangka kini timbul masalah yang lebih serius.

Setelah menyelesaikan pembayarannya, AKJ justru meminta tanda tangan Nenek Arpah yang ternyata untuk pengurusan sertifikat balik nama atas sisa tanahnya seluas 103 meter.

Setelah memberikan tanda tangannya di sebuah sertifikat, AKJ memberikan uang sebesar Rp 300 ribu kepada Nenek Arpah.

Hasil gambar untuk nenek 63 tahun ditipu jual tanah
Sumber: suarabinjai.com

Menyadari adanya keganjilan, Nenek Arpah pun tak terima dan lantas menempuh jalur hukum. Ia membuat gugatan terhadap AKJ di Pengadilan Negeri Depok.

Berita tersebut lantas viral di sosial media. Beberapa wartawan dari situs berita ternama berbondong-bondong mendatangi Nenek Arpah untuk mengetahui kelanjutan kasus yang menimpanya.

Nenek Arpah sangat berharap sisa tanahnya seluas 103 meter persegi itu kembali lagi padanya. Ia sangat tidak ikhlas jika tanah tersebut sampai jatuh pada AKJ.

“Saya dunia akhirat gak ridho dan ikhlas, saya mau semuanya kembali seperti semula,” ucap Arpah di lokasi tanah sengekta miliknya di Jalan Ridwan Rais Gang Durian, Beji, Kota Depok, Jumat (2/8/2019).

Kini kasusnya tengah ditangani oleh Majelis Hakim dan mendekati babak akhir di Pengadilan.

Di usianya yang semakin sepuh dimana seharusnya bisa menikmati masa tuanya, nenek Arpah justru harus menghadapi permasalahan sengketa tanahnya itu.


“Cuma mau keadilan yang seadil-adilnya di Pengadilan nanti,” kata Nenek Arpah.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com