Sabtu, 16 November 2019

author photo

Sumber: jateng.tribunnews.com

Setiap daerah memiliki adat istiadat dan kebudayannya masing-masing. Antara satu daerah dengan daerah lainnya terdapat keunikan tersendiri. Termasuk diantaranya, ritual topo pendem yang dilakukan oleh salah seorang warga Pati, Jawa Tengah.

Supani, kakek berusia 63 tahun ini melakukan ritual topo pendem yang dianggap oleh sebagian warga sebagai suatu hal yang 'nyeleneh'.

Dalam ritual tersebut, sebelum dikubur hidup-hidup di dalam tanah selama 5 hari, Suparni terlebih dahulu dibalut dengan kain kafan layaknya jenazah. Mbah Pani, begitu sebutan dari para warga, sudah biasa melakukan ritual topo pendem di rumahnya tersebut.

Viralnya ritual ini bermula dari postingan akun Yuni Rusmini di Facebook yang menceritakan prosesi ritual topo pendem Mbah Pani pada Senin (16/9/2019) selepas maghrib, lengkap dengan foto dan videonya.

Pada unggahan tersebut, Mbah Pani yang telah bersiap mengenakan kain kafan, ditaburi bunga dan wewangian sehingga menimbulkan bau yang semerbak. Lubang sebagai tempat penguburan juga telah disiapkan, lengkap dengan alat bantu pernapasan.

Lalu, apakah sebenarnya tujuan diadakannya ritual topo pendem? Dan siapakah sosok Mbah Pani tersebut?
Hasil gambar untuk ritual topo pendem supani


Sumber: minews.id

Mbah Pani merupakan warga asli Pati, tepatnya Kecamatan Juwana. Beliau berprofesi sebagai Seniman Ketoprak dan juga pedagang bakso.

Saat diwawancarai pada Senin (16/9/2019), Carik Bendar Sutoyo mengatakan bahwa Mbah Pani merupakan seseorang yang rajin shalat berjamaah. 

"Dia selalu di musala. Setiap waktu salat dia yang azan. Salat lima waktu selalu di musala," katanya.

Mbah Pani tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya, salah satunya anak angkat.

Ternyata ritual topo pendem tersebut telah dilakukan oleh Mbah Pani sejak tahun 1991.

"Topo pendem seperti ini sudah dilakukan beliau sebanyak sembilan kali. Dan hari ini adalah yang ke-10," kata anak angkatnya.

Ritual tersebut dilakukan pada bulan Suro dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan bulan September tahun 2019 ini.

Pada ritual toppendem ini, lubang penguburan yang digunakan oleh Mbah Pani berukuran 2 x 1 x 3 meter. Di dalamnya juga terdapat peti dan bantal dari tanah.

Banyak warga sekitar yang datang untuk menyaksikan prosesi ritual topo pendem. Namun, hanya keluarga dekat dan tokoh masyarakat yang diperbolehkan untuk melihatnya dari dekat.

Biasanya Mbah Pani menjalani ritual toppendem selama 3 hari 3 malam. Namun, karena ini merupakan ritual topo pendem penutup atau terakhirnya, maka dilakukan selama 5 hari 5 malam.

"Karena ini yang terakhir, nanti tidak cuma tiga hari, tapi lima hari," katanya saat diwawancarai oleh tim situs berita ternama di Jawa Tengah.
your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com