Sabtu, 16 November 2019

author photo
Sumber: Dream.co.id

Beberapa waktu yang lalu (10/10/2019) jagad media sosial dihebohkan dengan tragedi penusukan Wiranto oleh oknum tak dikenal saat agenda peresmian ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten.

Tak perlu waktu lama, kabar tersebut langsung tersebar di dunia maya. Berikut ini fakta menarik terkait penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

1. Pelaku Adalah Pasangan Suami Istri

Pelaku penusukan Wiranto ternyata merupakan pasangan suami istri, yakni Syahril dan Fitri Andriana. Kedua tersangka diduga terjerat radikalisme ISIS sehingga nekad melakukan tindak kejahatan, bahkan saat keadaan ramai sekalipun.

Pada saat kejadian, Syahril atau yang akrab disebut Abu Rara itu berpura-pura ingin menyalami Wiranto seperti yang dilakukan oleh para warga umumnya. Namun, tiba-tiba pelaku menyerang Wiranto tepat di bagian perutnya.

Pelaku berhasil melukai Wiranto di bagian perut dengan menggunakan senjata tajam. Selain Wiranto, istri pelaku (FA) yang merupakan perempuan bercadar juga menyerang Kapolsek tepat di bagian punggungnya.

Kejadian tersebut berlangsung cepat. Hampir tersungkur Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara kedua pelaku segera diamankan oleh polisi.

2. Asal Usul Pelaku

Abu Rara (SA) ini dikenal sebagai sosok yang cerdas. Laki-laki kelahiran Medan tahun 1968 itu telah menyelesaikan studinya di fakultas hukum dari salah satu universitas di Sumatera Utara.

SA dan keluarganya bermukim di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli. Pada umur 27 tahun atau sekitar tahun 1995, SA menikah untuk yang pertama kali dengan Netty. Namun, baru 3 tahun menikah keduanya bercerai.

Kegagalan dalam membangun rumah tangga tersebut membuat SA frustasi hingga membuatnya nekad mengonsumsi narkoba jenis pil kutak dan kerap bermain judi togel.

"Sampai hitam keningnya disundutnya dengan api rokok setelah makan 12 butir kurtak. Itu di depanku," ungkap Alex (39), rekan dekat SA di Medan. 

Kemudian SA pergi ke Malaysia selama lima bulan dan ketika pulang penampilannya berubah, lebih agamis dan berpeci. Entah apa yang membuatnya nekad untuk melakukan penusukan pada Wiranto.

3. Kondisi Terkini Wiranto

Setelah dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pemotongan usus sepanjang 40 centimeter akibat penusukan, kondisi Wiranto telah lebih baik.

Kini beliau sudah dirawat di ruang inap dan masih dalam tahap pemulihan. Sejak kejadian hingga kini banyak kolega, pejabat pemerintah hingga Presiden RI, Jokowi yang datang untuk melihat kondisi Wiranto.

Dari kejadian ini kita bisa belajar untuk lebih berhati-hati kapan dan dimana saja.
your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com