Selasa, 08 Oktober 2019

author photo
Sumber: jogja.tribunnews.com

Aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa di Jakarta berlangsung ricuh, terlebih dengan adanya aksi lempar batu ke arah polisi dan dibalas dengan serangan gas air mata. Lain halnya dengan yang terjadi di Yogyakarta, Semarang dan Surabaya, aksi demo para pelajar berlangsung secara damai. Video terkait aksi tersebut pun menjadi viral di dunia maya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pun mendapat apresiasi dan pujian di sosmed terkait cara mereka dalam mengendalikan aksi para demonstran yang berlangsung damai tanpa adanya tindakan anarkisme.

Sangat berbeda dengan aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta. Massa yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar itu tidak hanya menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka terhadap penolakan RKUHP dan RUU KPK. Tetapi juga merusak sejumlah fasilitas umum dan bertindak melawan aparat keamanan.

"Mata rasanya pedih, gas air mata sampai masuk ke kantor," ujar seorang pengguna Facebook, Sarie, seorang jurnalis yang berada di sekitar Palmerah (sumber: TribunNewsmaker.com).

Bahkan akibat aksi demo tersebut, lalu lintas menjadi kacau. Bukan sekadar macet, tetapi banyak para pekerja yang terlantar karena sulitnya menemukan akses dan transportasi umum untuk pulang.

Video Aksi Demo Secara Damai Hingga Sungkem dengan Polisi

Hal yang kontras ditemukan pada aksi demo yang dilakukan oleh para pelajar di Yogyakarta. Mereka tetap kritis, namun tidak anarkis.

Seorang pengguna Facebook, Kari Tri Adji mengunggah video tersebut. Tampak dalam video tersebut, para pendemo yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah mengawal dan menjaga keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa.

Bahkan sebagian mahasiswa ada yang menyalami para polisi seusai demo.

"Jogja emang istimewa..

Mahasiswa dan Polisi damai...

Bahagia lihatnya..

Tergantung pemimpin daerahnya kayaknya.

Semarang dan Jatim damai juga kan ....." tulis Bertha Suranto dalam postingannya.

Sementara di Surabaya, dilihat dari sosial medianya, para pendemo tampak menjaga fasilitas publik seperti taman agar tidak rusak dan terinjak.

Kemudian di Semarang, aksi demo tampak berjalan damai dan terkendali. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bahkan turun langsung ke lapangan menemui para mahasiswa.

"Silakan lanjutkan (demonstrasi). Tapi mau nggak besok pagi kawan-kawan saya undang untuk memperbaiki taman?" kata Ganjar melalui pengeras suara di hadapan ribuan mahasiswa.

"Mauu...." sahut mahasiswa serentak.

Demo yang berlangsung pada Selasa (24/9/2019) itu memang sempat merusak pagar. Namun, Ganjar Pranowo berhasil menenangkan demonstran dengan mengatakan akan meneruskan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com