Selasa, 08 Oktober 2019

author photo
Sumber: regional.kompas.com


Kerusuhan di Wamena, Papua yang terjadi sejak Senin (23/9/2019) telah menjadi berita viral di media massa maupun media sosial. Akibat dari kerusuhan ini, seorang dokter meninggal dunia.

Di balik kerusuhan yang tengah ramai diperbincangkan ini, ternyata ada fakta menarik di dalamnya. Simak selengkapnya berikut ini.

Waktu Kerusuhan

Pada Senin (23/9/2019) telah terjadi kerusuhan di Wamena. Ricuhnya kejadian ini karena adanya sejumlah bangunan yang dibakar massa, yaitu rumah dinas, ruko dan kantor bupati.

Kerusuhan yang telah terjadi bukanlah yang pertama. Sebelumnya pernah terjadi pada bulan Agustus, tepatnya Jum’at (16/8). Penyebabnya ialah aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Bermula dari rasialisme di Surabaya, kerusuhan tersebut kemudian menyebar ke Papua.

Adanya Hoax Rasis

Menurut keterangan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (23/9/2019), penyebab kerusuhan diduga karena dipicu oleh hoax terkait rasis. Hoax rasis yang viral di sosmed ini tengah diselidiki oleh polisi.

Timbulnya Korban Jiwa

Menurut keterangan Gubernur Papua Lukas Enembe, kerusuhan di Wamena tersebut menyebabkan meninggalnya korban jiwa sebanyak 30 orang. Beliau juga menyampaikan rasa duka citanya. Ia menambahkan bahwa kerusuhan yang terjadi itu secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan pemerintah.

Banyak Warga Eks Papua yang Minta Dievakuasi

Adanya kerusuhan di Wamena menimbulkan ketakutan warga yang berada di sekitarnya. Terlebih warga eks atau luar Papua yang tinggal di wilayah Wamena dan sekitarnya. Demi menyelamatkan diri, ratusan warga asal luar Papua tersebut minta dievakuasi ke daerah yang lebih aman.

TNI pun membantu dalam hal ini. Selama kerusuhan masih terjadi dan kondisi tidak kondusif, mereka dievakuasi ke kampung halamannya masing-masing hingga kondisi kembali membaik.

Itulah beberapa fakta terkait kerusuhan di Wamena, Papua. Dalam hal ini kita sebagai netizen sudah semestinya bisa lebih bijak dalam menanggapi berita yang ada. Hindarilah diri dan orang lain dari masalah yang tidak berarti dengan tidak menyebarkan berita hoax.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com