Selasa, 08 Oktober 2019

author photo
Sumber: kompas.com


Meski telah berlalu beberapa waktu, aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPRD masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak hal unik bahkan ganjil yang meliputi aksi yang digelar secara serentak tersebut.

Salah satunya terkait video yang beredar tentang seorang mahasiswa yang melakukan aksi demo depan Gedung DPRD Kabupaten Boyolali kemudian tertabrak sebuah mobil. Video ini menjadi trending topic di Twitter pada Sabtu (28/9/2019).

Dalam video tersebut, terekam seorang mahasiswa yang tengah menyanyikan yel-yel di jalan, mendadak sebuah mobil sedan menabraknya. Hingga tubuh mahasiswa itu pun terbaring di tepi jalan. Namun, tak ada satu pun warga yang menolongnya.

Begitu disebarkan oleh salah satu akun Twitter @Desvira_11 , video tersebut dibagikan dan disukai oleh sekitar 3000 pengguna Twitter lainnya.

Dalam video yang diunggah, Desvira menuliskan beberapa kalimat yaitu,

“Tolong bantu viralkan. Kejadian ini terjadi di depan Gedung DPRD Boyolali, siapa pelaku yang dengan tega menabrak orang tersebut, harus dicari dan ditangkap itu orang yang menabrak,” tulisnya.
Ketika diperhatikan, ada keganjilan dalam video tersebut sehingga menimbulkan tanda tanya. 


Benarkah video tersebut asli atau tidak?

Setelah mendapatkan pengaduan terkait video yang viral di sosmed tersebut, Polres Boyolali pun melakukan penelusuran untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Boyolali, AKP Eddy Purnama Lillah, mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan terkait video tersebut.

Ternyata peristiwa yang terekam dalam video tersebut bukanlah hal yang sebenarnya. Melainkan hasil rekayasa yang sengaja dibuat oleh seorang content creator pada Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Polisi mengungkap bahwa pelaku pembuatan sekaligus penyebaran video palsu tersebut bernama Hezkia Faruliyan.

“Pihak Polres Boyolali telah melakukan klarifikasi (dalam bentuk video) terhadap Saudara Hezkia Faruliyan, pelaku adegan aksi unjuk rasa di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor DPRD Kabupaten Boyolali, Komplek Perkantoran Terpadu Setda Kabupaten Boyolali pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019”, ungkap Edi (sumber Kompas.com pada Minggu (29/9/2019)).

Hezkia pun menjelaskan peristiwa yang sebenarnya terjadi hanyalah rekayasa. Ia juga meminta maaf atas perbuatannya tersebut.

“Saya di sini, di hadapan aparat Polri dan di hadapan ibu saya, juga di hadapan Tuhan, ingin mengklarifikasi juga bahwasanya video yang saya buat ini, murni settingan dari saya sebagai content creator,” klarifikasi Hezkia ini direkam langsung oleh pihak Kepolisian Polres Boyolali.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kita agar tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh video yang beredar di sosmed. Perlu adanya penelusuran dan ketelitian agar menjadi netizen yang cerdas dan tidak mudah termakan berita atau konten hoaks.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com