Selasa, 08 Oktober 2019

author photo
Sumber: goriau.com


Aksi segerombolan siswa STM yang ikut berdemo bersama para mahasiswa di depan gedung DPR telah menghebohkan dunia sosmed (Selasa, 24/9/2019).

Banyak foto dan video yang beredar dan beberapa diantaranya menjadi trending topic di Twitter dan Facebook. Banyak netizen yang memperbincangkannya hingga menjadikannya meme atau gambar kartun.

Kebanyakan netizen yang mengetahui berita ini mengungkapkan rasa bangganya terhadap anak STM yang ikut aksi turun ke jalan dalam rangka menolak sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) di depan Gedung DPR.

“Banyak anak SMA dan STM di aksi tadi, bahkan hingga malam. Mereka bertahan, kelompok mereka sangat solid, dan beberapa ada yang bantun peserta aksi yang jatuh dan tumbang karena tembakan gas air mata. Saya salah satunya. Terima kasih dan salam hormat untuk mereka semua.” Tulis salah satu netizen @andripst yang juga saksi yang terlibat dalam aksi demo (Selasa, 24/9/2019).



Ternyata dibalik aksi anak STM dan SMA yang viral tersebut, ada fakta menarik yang belum banyak diketahui oleh netizen.

Apa sajakah itu? Simak selengkapnya berikut ini!

Datang Berkelompok

Selain Andri (@andripst), Salman Al Fathan dari BEM FISIP UI mengatakan bahwa gerombolan anak STM datang dan membantu para mahasiswa untuk aksi demo tersebut.

Menurut keterangannya saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Rabu (25/9/2019), Salman mengatakan, "mereka datang di daerah sekitar JPO yang deket gerbang DPR sebelah kanan,".

"Mereka gerombolan dan saling menyusul. Ada yang datang jam 4 sore ada yang jam 5 sore. Satu rombongan, yang kemarin saya lihat, ada sekitar 20 orang," ujarnya lagi.

Serangan Gas Air Mata

Bukan hal yang baru lagi, jika pasukan Bromob menggunakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa. Termasuk aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa dan anak STM di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Serangan gas air mata ini mengenai ratusan anak STM yang turut aksi di fly over Slipi sekitar pukul 16.40 WIB. Meskipun terkena gas air mata yang mampu membuat perih mata, gerombolan anak STM itu tidak bergeming. Mereka terus melanjutkan aksinya.

Bahkan beberapa ada yang berani melemparkan berbagai benda yang mereka temukan, seperti batu, petasan dan kembang api. Hal itu pun semakin membuat ricuh suasana aksi tersebut.

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com